Sunday, February 08, 2009

[Donut Week NCC] Donat Kentang Mama


Lagi musim bikin donat kentang karena di NCC lagi ada minggu donat a.k.a donut week.

Biasanya bikin donat pake resep yang ada di buku resep Mama...ga tau dari mana dapetnya.
Selalu sukses dan bikinnya ga ribet.

DONAT KENTANG

Bahan:
250 gr kentang
500 gr tepung terigu
1 sdm margarin
1 bks ragi instan
1 sdm susu bubuk
6 sdm gula pasir
Garam dan air secukupnya

Cara membuat:
Kukus kentang lalu haluskan.
Campur susu bubuk dan ragi instan lalu larutkan dengan air. Sisihkan.
Kocok kuning telur dan gula pasir hingga adonan pucat.
Masukkan campuran susu dan ragi, kentang yang dihaluskan, terigu dan margarin. Aduk hingga adonan menjadi padat lalu uleni hingga khalis.
Tutup adonan dengan plastik atau serbet bersih hingga mengembang.
Bentuk bola-bola lalu beri lubang di bagian tengah.
Goreng dengan minyak panas hingga berwarna kecoklatan.
Masukkan ke dalam adonan kuning telur dan gula pasir

Saturday, January 31, 2009

KKB#9-Classic Puff Pastry (Pate Feuiletee

Pfuicchh!

Tantangan terberat dech buat gue...ga pernah mimpi dalam hidup gue bikin puff pastry.

Udah mulai ciut begitu tau bulan ini tantangannya bikin puff pastry mengingat betapa repotnya waktu ngeliat Bara bikin croisant waktu syuting Gula Gula di kampung Sampireun.

Khusus untuk tantangan bulan ini....gue bikin sampe 3 kali! REKOR! dan tiga tiga nya ga sukses (walopun yang terakhir agak sukses tapi kurang ngembang).

Pertama bikin...sukses bocor butter blocknya di turn ke-1 ajah...hiks...

Percobaan kedua...karena emang suasana hati lagi 'esmosi' jadi agak males ngerolling..jadi walopun ga terlalu

bocor..tapi ya bocor juga dan dipanggang dengan kondisi 'tebel'.

Percobaan ketiga...ini bener-bener mefet di malam detlen. Udah kayak detlen tabloid aja dech.

Belain pulang kerja di Jumat malam yang ujan (udah kebayang dong macetnya)...nyampe rumah buru-buru mengiring 3 anak kurcaci biar cepet tidur, trus jam 10 malem..mulai dech bikin-bikin..sambil nunggu Ayah pulang.

Jam 00.30 sukses menyelesaikan 6 turn, yippieee!!! Begitu Ayah pulang pun..terkesima..."Ngapain, Bu? Nyari wangsit, jam segini masih ngobrol ma terigu?"

Paginya...bangun sebelum 3 anak kurcaci bangun..langsung giles lagi dan manggang jadi croisant dan cheese stick.

Croisant nya...tetep bantet...tapi abis juga tuch dalam waktu 2 jam..

sementara si cheese sticknya..langsung abis begitu mateng.

"Ini sisa yang dari Bandung kemaren diangetin, Bu?", Ayah langsung meraup dan makan sebelum si cheese stick itu didokumentasikan...

"Ayah!!!! sisain buat difoto..itu yang aku giling-giling tadi malem..!!!"

"OOOOO...jangan dimakan dulu, Ma...belom difoto", Ayah langsung menginstruksikan ke Mama yang juga baru mau nyomot cheese sticknya.

"Besok-besok bikin gini lagi, Bu....Enak...syumpe!"

Hi.hi..

Here is the recipe:

Classic Puff Pastry (Pate Feuilletee)

----------------------------------------------------

Source: King Arthur Flour 200th Anniversary Cookbook

4 cups tepung serba guna atau 3,5 cups tepung terigu + 1/2 cup tepung maizena

4 sticks unsalted butter (1/2 stick dingin, sisanya suhu ruang)

1 – 2 tsp salt/garam (1 for sweet, 2 for savory/1 untuk yang manis, 2

untuk asin)

1 ¼ cups cold water/air dingin (or substitute it with 1 Tbs lemon juice for 1 water if you wish to further temper the gluten in the flour/atau ganti dengan 1 sdM sari jeruk lemon jika diinginkan untuk lebih melunakkan gluten di tepung)

*Dough:

---------

Timbanglah tepung di dalam mangkuk mixer. Ambil ½ cup dan sisihkan di dalam mangkuk lainnya.

Gunakan ½ batang mentega yang didinginkan tadi, potong2 kecil2 dan masukkan ke dalam tepung. Menggunakan dua buah pisau, blender (dengan fungsi pastry) atau menggunakan jari-jari anda, potong atau remas-remas mentega ke dalam tepung hingga menyerupai remah-remah roti atau cornmeal.

Tambahkan garam (dan sari jeruk nipis, jika pakai) ke dalam air dan masukkan campuran ini ke dalam tepung terigu. Aduk perlahan memakai garpu hingga adonannya tercampur rata dan tidak melekat di sisi2mangkuk. Jika masih memerlukan air, tambahkanlah sesendok makan setiap kali penambahan hingga adonan tercampur rata.

Letakkan adonan ke atas permukaan/meja yang sudah ditaburi tepung, dan uleni hingga lembut dan gluten-nya sudah terbentuk, sekitar 2-3 menit. Bungkus dengan plastik dan biarkan dingin di kulkas selama 30 menit.

*Butter

---------

Ambil sisa mentega dan tepung yang disisihkan tadi, campur keduanya hingga tercampur rata dan lembut. Anda bisa mencampur kedua bahan ini dengan menggunakan mixer, FP atau sendok, tangan.

Campur adonan ini sambil ditepuk-tepuk dan dijadikan segiempat dengan ukuran 8 inci di atas waxed paper yang sudah ditepungi. Tutup dengan selembar waxed paper lagi dan dinginkan di kulkas kurleb 30 menit. Dengan mencampur tepung dan mentega, anda menstabilkan adonan supaya tidak meleleh.

Rolling-Folding

----------------

Keluarkan adonan dari kulkas dan letakkan di atas permukaan/meja yang sudah ditepungi. Gilas perlahan ke samping hingga membentuk segiempat kurleb 12 inci. Tidak perlu terlalu obsesif menjadikan adonan berbentuk segiempat tapi setidaknya sudah hampir menyerupai segiempat.

Letakkan balok mentega/tepung tadi di tengah2 adonan yang sudah berbentuk segiempat, sehingga sudut-sudut balok menunjuk ke sisi-sisi adonan tadi. Lipat sudut adonan ke atas balok mentega/tepung sehingga setiap sudut adonan bertemu di satu titik di tengah2nya. Lekatkan sisi-sisi adonan ini satu sama lainnya.

Balikkan adonan segiempat ini dan tepuk2 perlahan menggunakan rolling pin atau tangan membentuk persegi panjang. Gilas adonan hingga membentuk persegi panjang yang lebih lebar dengan ukuran 20 inci ukuran panjang dan 10 inci ukuran lebar.

Jika adonan sudah pada ukuran yang benar, lipat sepertiga adonan bagian bawah ke tengah-tengah adonan, begitu juga sepertiga adonan bagian atas lipat ke arah tengah adonan, kemudian lipat lagi ¼ adonan ke arah kanan, sehingga kelihatan seperti sebuah buku yang siap dibuka. Jika adonan masih bagus dan dingin serta masih relaks, gilas sekali lagi dan lipat seperti tadi. (Jika masih terlalu lunak dan tidak dapat digilas lagi, bungkus/tutup, letakkan ke atas loyang dan dinginkan di kulkas selama 15 menit, sebelum digilas dan dilipat seperti tadi).

Jika anda sudah sukses menggilas dan melipatnya dua kali, berarti anda sudah menyelesaikan 2 turns. Classic puff pastry turn 6 kali. Lanjutkan mendinginkan adonan selama 2 kali turning (atau lebih jika diperlukan—misalnya jika adonan terlalu lembek) hingga 6 turns sudah diselesaikan.

*Chill

--------

Jika sudah selesai 6 kali turning, letakkan adonan di kulkas dan dinginkan selama sekurang2nya 1 jam hingga semalaman sebelum dibentuk.

*Shaping

----------

Setelah selesai didinginkan, adonan dapat dibentuk menjadi croissants, patty shells, twists, straws, dsb. Sisa2nya dapat didinginkan lagi dan digilas lagi.

*Freezing

-----------

Seperti adonan pastry lainnya, puff pastry dapati dibekukan hingga satu tahun jika pengemasannya bagus. Dapat juga dibekukan pada setiap proses manapun (pada proses penggilasan, pelipatan, dan turning). Defrost (biarkan dalam suhu ruangan) dulu sebelum digunakan, hanya saja harus dipastikan jika adonan tidak betul2 menjadi terlalu lunak.

Saturday, January 24, 2009

[Cookies] Khadizza

Pesanan ini kelanjutan dari disebarnya cookies waktu Naya ulang tahun.

Dizza putri pertama Effry, teman kantor, juga berulang tahun tanggal 22 Januari. Rencananya Effry akan membagikan cookies ini untuk sepupu Dizza di p

esta ulang tahun di rumah.

Spesial dari pesanan cookies ini, tulisan KHADIZZA diminta berwarna warni.

Selain juga ada cookies bertuliskan nama sepupu Dizza dengan warna pink untuk perempuan dan blue untuk laki-laki.

Di setiap cookies bertuliskan nama-nama, ditambahkan bunga kecil untuk perempuan dan mobil biru untuk laki-laki.

Wednesday, January 21, 2009

[Buku WI] Hidangan Berkuah Pilihan

Fuiiiccchhh,

Puas dech melihat buku ini terpampang manis di toko buku. Buku ini berisi kumpulan resep yang pernah dimuat di Tabloid Wanita Indonesia.

Mungkin jodoh yang mempertemukan gue dengan Mbak Novika dari Mizan.

"Aku liat blognya mbak Nonon, mau ga bikin buku?"

Hiyyyy....ngeri juga ditawari bikin buku? siapa gue? kalo gue nulis pasti banyak yang ngetawain...ha..ha..

Setelah ngobrol panjang dan melibatkan banyak orang..dan pihak..akhirnya, terbitlah buku Hidangan Berkuah Pilihan ini. Pastinya, sangat pantas untuk dimiliki karena resep-resepnya pas banget untuk disuguhkan di musim ujan gini.

Mulai dari hidangan berkuah tradisional seperti Soto Aceh hingga hidangan berkuah yang diadaptasi dari luar negeri seperti Makaroni Kuah. Mulai dari hidangan bersantan sampai ke hidangan berkuah segar seperti sop buntut, mie kocok, dan masih banyak lagi.

Di dalamnya ga cuma resep-resep aja lho....tips-tipsnya juga banyak. Yang pasti bisa membuat kaum perempuan bisa menjadi 'ratu' di dapurnya...cieee...(padahal gue juga ga bisa masak pisan!) wakakakakk..

Thanks to Mbak Novika yang bisa merealisasikan terbitnya buku ini, yang rela ngejar-ngejar gue untuk melengkapi foto-foto yang kurang-kurang..plus resep-resep lain.

Thanks to Mas Budi Hartono, Redaktur Boga Tabloid Wanita Indonesia yang rela ditanya macem-macem untuk nambahin tips di resep-resep nya yang pastinya juga ocreh mardoceh sehingga bisa dikumpulin dan dijadiin buku.

Thanks to Mbak Pody dan Bu Anis yang sangat mendukung pengerjaan buku ini.

Thanks to Mas Rudy Choirudin yang cepet banget tanggapannya untuk ngasih endorsment.

Thanks to Mbak Iis Dahlia yang sangat baik hati bersedia memberikan endorsment dan menjadi bintang tamu di acara launching kemaren.

(kok jadi kayak gue yang nulis buku ini ya???) hi..hi..

but anyway....milikilah segera buku ini, (biar musim ujannya ga kelewatan dan ga ada alasan lagi buat bikin hidangan berkuah)....karena juga sebentar lagi akan segera menyusul kumpulan-kumpulan resep dari Tabloid Wanita Indonesia yang tak kalah menarik lagi. Setuju????

Monday, January 12, 2009

Barbie Cake

Barbie cake pertama gue...

Walopun roknya bukan gue yang bikin. Pengennya sich bikin sendiri..tapi banyak alasan sampe akhirnya gue ga bikin sendiri. Ga punya dandang besar...dan sakit..hiks...alasan banget ya...Akhirnya malah dibikinin sama Mbak Niniek, Pamulang. Brownies kukus...

Tapi, gue mencoba untuk membuat si barbie cake ini karena request spesial Naya untuk ulang tahunnya...BARBIE.

Belajar pake fondant pun baru pertama kali...he..he..serba proyek perdana lah poko'e.

Alhamdulillah...semua lancar dan cake nya disenangi. Sempet diajak bobok ma Naya di kamarnya..hi..hi..biar ga rusak.

[Cookies] Nama

Setelah lama ngumpet untuk tidak bikin fancy cookies, demi ulang tahun Naya...akhirnya gue mencoba untuk bikin cookies ini.

Resepnya pake resep andalannya mbak Widya, BSD yang ternyata enak.

Punya cukup beragam cookie cutter tapi ga pernah dipake, untuk ulang tahun Naya kali ini...gue coba bikin cookies nama-nama temennya Naya. Jadi, si cookies ini nantinya diletakkan di depan goody bag seperti gantungan kunci.

Bikinnya nyicil, karena bikin fancy cookies ini makan waktu banget. mesti masuk oven lagi setelah dikasih royal icing biar putih telurnya juga ga diragukan bersihnya.

Untuk royal icing, nyobain pake royal icing dengan putih telur dan satu lagi royal icing pake meringue powder. Ternyata yang pake meringue powder ini lembut banget dan cenderung lebih ringkih dibanding royal icing yang pake telor.

Belum berani macem-macem bentuk dan dekorasinya karena memang masih coba-coba. Tapi, dengan hasil seperti ini aja kayaknya udah seneng banget karena akhirnya jadi juga bikin cookies...Yippie!!!

Tuesday, December 30, 2008

Happy 23rd Birthday, Tasya!


Dapet pesenan di malam Natal, buat pesta kejutan Tasya katanya.


Ga ngebut buatnya karena pas lagi libur Natal dan sudah tau harus bikin kayak gimana.



Tuesday, December 23, 2008

Blue Roses


Pesenan yang bikin gue bengong hampir 3 jam buat ngedekornya...


Requestnya Iyus (anak artistik di kantor)..."kuenya warna biru, buat perayaan". Ditanya perayaan apa...Iyusnya juga cuma senyum-senyum. Buat perempuan atau laki-laki...Iyusnya juga senyum-senyum..


Lah?? bingung dech tante ini. hi..hi..

Tuesday, December 02, 2008

[CupCake] Personalize your cupcake with names


Udah 2 kali bikin cupcake untuk farewell souvenir.


Yang pertama hanya menulis inisial nama..sekarang lengkap nama-namanya.


Plus, spesial request....pake hati kecil biar centil (pesan mbak Yurika).

monggooooo

Hot Wheels


Dapet pesenan kue ulang tahun dari tantenya Ichad.


Baking blue harus dilawan! udah gitu ketemunya harus mendecor kue ulang tahun buat anak laki-laki pulaks dalam waktu yang mefet. Jadilah hiasannya pun seadanya.


Udah mulai nambah-nambahin ornamen fondant. Mau coba-coba...cuma masih belum terlalu berani.

Sunday, November 30, 2008

KBB #8 – Bitter Chocolate Peppermint Biscuits



Biscuit….hmmm…

Yang terasa susye mengerjakan tantangan ini adalah..karena udah lama banget gue baking blue. Males banget menjamah mixer, oven, spatula…


Pengennya jajan aja, ga pengen bikin sendiri.
Apalagi nyari esens mint yang dicari muter-muter, ternyata malah dapetnya di Pasar Tebet tercintah!

Bikinnya sich sreset…sambil lewat karena emang lagi padet banget acara ma anak-anak.

Bikin biskuitnya sempet ditinggal seharian adonannya di kulkas sampe Naya nanya terus…”mana kuenya, Bu?? Kok ga jadi-jadi.”. Ternyata waktu ngebentuk biskuit…agak penuh perjuangan. Mau ambil singkatnya aja..pake cookie cutter bentuk bulet..hi..hi..bandel!
















Begitu jadi, langsung dilahap ajah..enak, kayak biskuit Monde. Anak-anak juga pada suka.

Selanjutnya, bikin krim mintnya. Nuang mintnya sambil bengong..kayaknya kebanyakan.

Begitu dicobain…kok kayak makan balsem ya???

Anak-anak juga pada aneh ekspresinya begitu disuruh nyobain. Alhasil Cuma coklat nya aja yang dijilatin sama mereka…

Yang jadi tim pembersih adalah RedPel gue…yang lagi detlen. Dikasih setoples..eh, dia makan abis lho sambil ngedit. Sampe gue ga yakin sendiri, “Mbak, beneran doyan apa karena ga ada makanan lain?”

Jawabannya, “enak kalo lagi masuk angin makan ini, Non.”

laaaahhH!!!!


Monggo resepnya ya..

Bitter Chocolate Peppermint Biscuits

Tingkat kesulitan: Sedang
Porsi: 12 potong
Source: Donna Hay for Canvas, NZ Herald.

185g butter, softened / 185g mentega, lunakkan (di suhu ruang)
1 cup caster sugar / 1 cup gula kaster
1 egg / 1 btr telur
2 cups plain flour / 2 cups tepung terigu
½ tsp baking powder / ½ sdt baking powder
1 cup icing sugar / 1 cup gula tepung
1 tsp peppermint flavouring / 1 sdt peppermint flavouring
2 Tbs water / 2 Tbs air
200g dark chocolate (70 per cent cocoa) / 200g dark chocolate (70 per cent cocoa)
1 cup cream / 1 cup krim

Preheat the oven to 180C. Place the butter and sugar in the bowl of an electric mixer and beat until light and creamy, add the egg and beat well. Sift the flour and baking powder over the egg mixture and fold through.

Panaskan oven, suhu 180C. Letakkan mentega dan gula di dalam mangkuk mixer dan kocok hingga ringan dan creamy, tambahkan telur dan kocok rata. Ayak tepung dan baking powder di atas adonan telur dan aduk hingga tercampur rata.

Gently knead the dough to bring together. Roll the dough between two sheets of baking paper to 2mm thick. Refrigerate for 30 minutes. Cut out 36 x 7 x 5cm rectangles. Place on baking trays lined with baking paper and bake for 56 minutes or until golden. Allow to cool on trays.

Uleni adonan dengan lembut supaya adonan tercampur rata. Gilas adonan di antara dua baking paper hingga tebalnya berukuran 2mm. Diamkan di kulkas selama 30 menit. Potong-potong persegi panjang dengan ukuran 36 x 7 x 5cm. Letakkan ke atas loyang biskuit yang dialasi baking paper dan panggang selama 56 menit atau hingga kecoklatan. Biarkan dingin di atas loyang tersebut..

Combine icing sugar, peppermint flavouring and water, and mix until smooth. Set aside. Combine the chocolate and cream in a saucepan over low heat and stir until chocolate is melted and smooth. Set aside.

Campur gula tepung, peppermint flavouring dan air, aduk hingga licin. Sisihkan. Campur coklat dan krim di atas panci dengan api kecil dan aduk hingga coklat leleh dan licin tercampur rata. Sisihkan.

Sandwich three biscuits biscuits together with peppermint icing. Repeat with the remaining ingredients. Lightly grease a wire rack and place over a baking tray. Place the layered biscuits on a fork, dip each one into the chocolate mixture, place on the rack and refrigerate for 2 hours or until set..

Rapatkan tiga lembar biskuit dengan peppermint icing. Ulangi dengan sisa bahan. Olesi rak tipis2 dengan margari/mentega dan letakkan di atas loyang. Letakkan biskuit di atas garpu, celupkan ke dalam adonan coklat, letakkan ke atas rak dan dinginkan di kulkas selama 2 jam atau hingga mengeras.

Sunday, September 14, 2008

KBB#7 Soes Keju

Ultah KBB yang ke1, seru..walopun baru ikutan 3 kali tantangan, tapi tentu aja banyak kesan yang didapat di KBB ini.

Untuk ulang tahun kali ini gue ikutan Lomba Baking (karena ga bisa masak dan ga bisa motret)..sebenernya sich baking juga ga bisa-bisa amat...

Pilihan resepnya jatuh ke resep favorit anak-anak ku...favorit gue juga siy..hi..hi..secara rasanya 'keju' banget. Yang bikin sekali lahap bisa 2 soes sekaligus.

Resepnya dapet dari Gula Gula, Bara Pattiradjawane..

SOES VLA KEJU

Bahan untuk soes:

125 ml air

60 gr mentega atau butter

1/2 sdt garam (boleh dihilangkan)

75 gr tepung

2 butir telur

20 gr keju, parut halus

Bahan untuk vla keju:

3 buah kuning telur

1/2 sdt garam

1 sdt tepung maizena

100 ml susu

100 gr keju, parut halus

Cara membuat soes:

Rebus air dengan mentega dan garam hingga mendidih. Masukkan tepung langsung semuanya dan aduk hingga adonan menggumpal. Biarkan sebentar hingga hangat.

Masukkan telur satu persatu sambil terus diaduk.

Masukkan adonan soes dalam kantong semprot dan bentuk bulat soes berdiameter 1-11/2 cm diatas loyang.

Panggang dalam oven bersuhu 200-220 derajat Celcius selama 25-30 menit hingga soes mengembang dan berwarna kuning kecoklatan. Dinginkan.

Cara membuat vla keju:

Kocok kuning telur dengan garam hingga pucat. Pindahkan dalam sebuah panci.

Tambahkan tepung maizena sambil aduk rata. Nyalakan kompor dengan api sedang. Tuang susu dalam telur sambil terus diaduk dengan sendok kayu hingga panas dan mengental.

Tambahkan keju dan aduk hingga keju lumer.

Angkat panci dari atas api.

Cara menyajikan:

Masukkan vla keju ke dalam kantong semprot dan beri spuit bulat kecil.

Beri lubang kecil pada bagian bawah soes dan semprot vla keju melalui lubang kecil hingga soes terisi penuh.

Tips:

Ukur berat bahan-bahan soes dengan seksama dengan menggunakan timbangan. Berat yang tidak seimbang bisa membuat soes tidak mengembang dengan baik.

Lebih lezat jika menggunakan keju ‘Gouda’ atau sejenisnya. Tetapi bisa juga menggunakan keju jenis lain seperti keju cheddar.

Thursday, September 11, 2008

Princess Cupcakes

Tester jualan di bazaar sekolahnya Naya waktu acara 17 agustusan...

Ternyata banyak juga peminatnya...

Thursday, September 04, 2008

Bikin Kue yukkk...

Naya dan Kayla senengnya emang ngoprek di lemari dapur...

Naya dari cilik...emang sering 'mengosongkan' lemari yang digunakan Bubu untuk menyimpan peralatan bakingnya.

Makin lama Naya pun semakin tertarik untuk ikutan Bubu terjun pada saat Bubu lagi asyik bikin kue.

Selama ini, Naya hanya diajak sedikit berinteraksi dengan bahan-bahan..seperti bantu Bubu menimbang bahan-bahan...minta tolong aduk-aduk dikit...terus paling banter..hi..hi..nyusun papercup di cetakan.

Kali ini, Bubu sengaja mau bikin Naya dan Kayla ikutan 'repot' dengan adonan cookiesnya. Dibantu Mima, Naya dan Kayla asyik main dengan adonan cookies. Bentuk cetakannya pun sengaja Bubu sediain yang lucu-lucu kayak kupu-kupu, singa, mobil, ikan, dll..dll...

Puasnya mereka begitu cookiesnya mateng....hi..hi..pada ngabur sendiri-sendiri dan kayaknya udah keburu males liat kukisnya. wakakakkakk.

Jadi, yang ngabisin....BUBU!!!!!

Tuesday, August 26, 2008

[Cooking with Love] Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta bisa menakhlukkan semua.

Bayangin aja, dari satu kata, "cinta", orang sanggup melakukan hal-hal yang dipandang tidak mungkin.

Alangkah lebih baik lagi jika perwujudan dari 'cinta' itu merupakan hal-hal yang positif.

Teh inong a.k.a bunda inong...seorang yang sangat penuh dengan cinta.

Dengan cinta, teh inong berbagi ilmunya dengan semua orang. Termasuk gue..

Dari yang ga tau 'menyentuh' oven hingga sekarang brani bikin blog dapur (walo juga masih dapurdapuran alias dapur mainan). Terinspirasi dengan asyiknya Teh Inong bercerita, berbagi ilmu ga hanya tentang kehidupannya sehari-hari tapi juga kegiatannya di dapur, akhirnya gue memberanikan diri menyentuh baking.

Kebutaan gue waktu itu sangat terbantu oleh Teh Inong yang menyisakan waktunya di sore hari setiap Jumat (kalo ga salah) untuk online di Yahoo! Messenger menyapa teman-temannya di Milis Dapur Bunda untuk berdiskusi mengenai dapur. Ga segan-segan untuk memberikan motivasi kepada teman-teman ini dengan memberikan resep yang harus dilaporkan seminggu setelahnya dan kembali berbagi mengenai resep yang dibahas.

Walaupun belum pernah bertatap muka dengan Teh Inong, serasa gue mengenal Teh Inong dekat sekali. Beberapa kali sempat berencana datang ke rumah Teh Inong menemani teman yang ingin mewawancarai Teh Inong. Tapi karena banyak kendala, tidak pernah juga bertemu dengan Teh Inong.

Hingga Teh Inong ke Singapura, gue tetap berhubungan dengan Teh Inong walaupun hanya melalui YM.

Terakhir (2 hari sebelum Teh Inong berpulang) sempat online di YM dan bertanya tentang Strawberry Tiramisu. Gue niat membuat Strawberry Tiramisu ini untuk ulang tahun Mama tersayang. Tanya tips dan triknya supaya tidak gagal karena kue ini akan diberikan surprise pada ulang tahun Mama. Di akhir percakapan, "Teh, aku janji nanti kalau sudah bikin kuenya, aku laporan ke Teh Inong yaaaa..."

Keesokan harinya, mendengar kabar Teh Inong masuk ICU...langsung terbayang hutangku yang belum lunas untuk menyerahkan laporan.

Ternyata pada saat mengolah kue ini....bersamaan dengan Teh Inong berpulang. Mengocok whipped cream pun dengan pikiran menerawang mengenang Teh Inong. Ga terasa aja...sesekali air mata menetes. Semakinlah gue bertekad "KUE INI HARUS SUKSES!"

Nah, untuk mewujudkan impian Teh Inong membukukan resep-resepnya, temen-temen di WRM dan DapurBunda bekerja keras menjadikan kenyataan.

Dengan senang hati, gue pun mengajukan untuk menjadi volunteer menguji coba resepnya..ya si Strawberry Tiramisu itu. Gue bertekad untuk memberikan laporan di buku itu. Alhamdulillah...ternyata proposal gue diluluskan. Berkah buat gue..akhirnya laporan itu akan terkenang. Mengingat juga banyak sekali volunteer yang mengajukan proposal yang sama...sempet minder juga karena yang lain pada lebih jago menguji coba resepnya Teh Inong..Bangga banget akhirnya bisa membayar hutang laporan ini ke Teh Inong dalam wujud yang Teh Inong idamkan, buku resepnya beredar di toko buku.

Ditambah lagi, di akhir pengerjaan buku ini, Mbak Wanda minta aku untuk menodong Bara Pattiradjawane memberikan endorsment..

Lagi-lagi berkah cinta yang diperoleh untuk Teh Inong, Bara bersedia memberikan endorsment karena merasa 'dekat' setelah diberikan draft bukunya. Ditambah lagi, Bara bersedia untuk mendemokan salah satu resep Teh Inong di acara peluncuran bukunya Sabtu, 30 Agustus 2008 mendatang. waaahhh, miracle datangnya memang juga dari cinta!

Dengan bangga...telah terbit buku resep yang tidak hanya sekedar resep..tapi resep yang didasari dengan 'cinta' yang pastinya SEDEP dinikmati oleh orang-orang tercinta Anda.

Untuk Teh Inong...terima kasih..sampai detik ini pun, ketika menulis postingan ini pun...kenangan indah yang melintas di benak gue..(dan kembali..tak terasa...air mata kembali menetes di pipi gue...hiks...)


Program Upload Day "Cooking With Love" ini diselenggarakan oleh WeAreMommies Indonesia

Tuesday, July 29, 2008

KBB#6 Cheese Biscuits




Tantangan KBB yang keenam ini mestinya sich semangat dikerjakan, secara katanya gampil dan pake keju pulak. Cuma entah kenapa karena lagi baking blue..jadi bikinnya ya di entar dulu..entar dulu…




Ditambah lagi dengan ga punya asisten…mendadak aja dua-duanya pulang, jadi pikiran terbebani dengan urusan jaga anak karena mesti kerja juga….(tambah kan alasan untuk baking blue).

Tapi, tiba-tiba dapet semangat waktu semua krucil terlelap berbarengan (tumben-tumbenan kok ya mereka kompak tidur siang hari).

Akhirnya mulai dech timbang-timbang bahan yang cuma sedikit dengan timbangan digital baru hasil arisan hi..hi..seru juga, ga pake jereng mlototin jarum timbangan.

Mengadonnya gampang banget…keju diparut..dicampur dengan butter (gue pake yang unsalted karena ada yang posting sebelumnya kalo hasil biscuitnya uasssiiinnn) dicampur juga dengan terigu. Terakhir nambahin sedikit bubuk cabe.

Digulung-gulung terus digulingkan di biji wijen, disusun di loyang dech..
Panggangggg…

Ditunggu udah lama..dibuka ovennya..lho, kok belom mateng…ternyata pas dilihat…gas nya abis.

Walah! Nelponin tukang gas dulu…baru ngelanjutin lagi manggang. Untungnya tantangan kali ini ga terlalu berpengaruh sama hasil panggangan.

Begitu jadi, dicobain sendiri…gigit…waaaaahhhh, wuenak ternyata lho. Apa emang guenya aja kali ya…yang kedemenan ma keju.

Tapi Naya ma Kayla juga doyan kok…sampe-sampe Kayla kerepotan makannya karena banyak biji wijen nempel-nempel di sekitar bibirnya…

Sempet agak susah juga nyari wijen di supermarket…

Nonon: “Mas, ada sajen ga?’

Trus pramuniaga C4 langsung pasang mimic aneh dengan kerutan dahi yang dalam…

Pramuniaga: “sajen, bu?”
(kali dipikirnya, gila kali ya..niy ibu nyari sajen..mau nyajenin siapa, buuu)

Nonon: “eh, maksud saya biji wijen, mas…”

Pramuniaga: “oooo…ga ada, bu”

Hi..hi..

Baru dapet di pasar tebet, keingetan untuk mampir beli wijen karena nganterin bos ke tukang jait.

Rasanya, mirip-mirip kastengels tapi dikasih wijen…pengen nyobain next time ga pake wijen, mungkin akan semakin mirip kastengel.
Resepnya:
CHEESE BISCUITS
Tingkat Kesulitan: Mudah.

English Version
Source: Vogue Australia: Wine and Food Cookbook.
225g grated mature cheese
125g butter
125g flour
cayenne pepper to taste
sesame seeds
With finger tips, mix together cheese, butter, flour and cayenne pepper until mixture forms a mass.
Butter a biscuit tray. Make small balls of the dough. Roll some in sesame seeds and press on tray, placing them fairly far apart as they will spread while cooking.
(We have pressed walnuts on some of the biscuits and, for a colour contrast, some chopped pistachio nuts).
Bake biscuits in pre-heated oven 180C for 15 minutes. Store in an airtight container.
Bahasa Indonesia
Sumber: Vogue Australia: Wine and Food Cookbook.
225g keju tua parut
125g mentega
125g tepung terigu
cayenne pepper
biji wijen
Campur keju, mentega, tepung dan cayenne pepper bersama (remas) menggunakan ujung jari sampai tercampur rata dan adonan menyatu membentuk gumpalan.
Siapkan loyang biskuit yang diolesi mentega. Bulatkan adonan kecil-kecil.
Gulingkan beberapa bulatan ke biji wijen dan tekan-tekan di atas loyang dengan jarak yang agak lebar karena biskuit ini akan meleber saat dipanggang.
(Kami—maksudnya tim dapurnya buku ini-- menaburkan walnut ke atas biskuit dan ditekan-tekan sedikit ke atas biskuit, dan untuk penambahan warna yang kontras, kami juga menambahkan pistachio cincang).
Panggang biskuit dalam oven yang sudah dipanasi terlebih dahulu dengan suhu 180C selama 15 menit.
Simpan di dalam wadah kedap udara.

Tuesday, June 17, 2008

Kroket Udang


Enak dech...beda aja sama kroket-kroket yang gue bikin sebelumnya. Kroket ini rasanya lembut...anak-anak kelinci pun dengan suksesnya berebutan waktu si kroket dihidangkan...


Sumber: Tabloid Mom & Kiddie


Bahan:
150 gr udang, rebus dan cincang
75 gr nargarin
100 gr bawang bombay, cincang halus
150 gr tepung terigu
500 ml air panas
2 bh kaldu blok
1,5 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
100 gr keju parut
2 butir kuning telur
100 gr tepung roti
2 butir putih telur, kocok lepas
minyak goreng

Cara Membuat:

  1. Panaskan margarin, tumis bawang bombay sampai harum. Masukkan tepung terigu dan air kaldu blok sedikit demi sedikit, tunggu sampai mendidih baru kemudian aduk.

  2. Tambahkan udang cincang, merica, garam, keju dan kuning telur. Aduk hingga rata. Bila adonan meletup tandanya sudah matang. Angkat.

  3. Tunggu sampai dingin, bagi menjadi 27 bagian dan bentuk adonan ini bulat-bulat sebesar bakso. Gulingkan kroket dalam tepung roti, celup dalam telur kocok, lalu gulingkan kembali dalam tepung roti.

  4. Goreng sebentar dalam minyak panas sampai warnanya kuning. Angkat dan tiriskan.

Birthday Cake for Princess Kayla




Birthday cake sederhana buat my princess Kayla merayakan ulang tahunnya yang ke 2.




Berhubung Kayla sangat tergila-gila akan princess terutama putri Salju a.k.a Snow White..jadi fotonya digabung kayak lagi foto ma Putri Salju...




Kayla, "Buna!!! Kuenya ada foto dedek sama ajuuuuu."




Tuesday, June 03, 2008

Neo Vanity

Nyobain makan di restorannya encep Bara..

Lokasi: Menara Standart Chartered Lt.2, Jl. Prof. Dr. Satrio 164


2 thumbs up!


Bukan karena kenal...tapi makanan yang disajikan disana...ya emang Bara banget aja gitu lwooohh..

Menu nya lucu-lucu..

Gue makan Spagetti alfredo chicken teriyaki. Bayangin aja, spagetti yang biasanya cuma disajiin pake saos tomat dan daging itu...oleh Bara disajikan dengan chicken teriyaki. wuiiii...


Dessert nya: cendol dengan vanila ice cream...bedanya dan yang bikin enak adalah...gulanya dibikin karamel sama Bara. Jadi, beda aja rasanya.

Harganya menurut gue terjangkau untuk restoran-restoran yang dipikir kita muahaal.

Selain itu, menu lain yang pantes dicoba adalah Nasi Merangi (ini juga modif nya Bara dari sate Merangi)..trus ada steak, salad...dessert nya..green tea tiramisu

Pantes dech didatengin..trus dicoba makanannya. Dijamin sepulang dari sana...berkesan banget makanannya karena emang beda dan emang Bara banget.

Bingka Singkong


Dapet resep dari Tabloid tercinta...ha..ha..wakaaaakkkaaakk...


Penganan sederhana dari singkong...ternyata enak dan lumayan favorit nya Naya lhooo

Tapi resepnya terselip entah kemana..nanti tanya lagi dulu ke Budi H ya..

Cupcake Inisial

Pesanan temen SMA, Ichad...






Pesennya mendadak...waktunya berubah-ubah...ngambil dan antar nya pun berubah-ubah...Ichad banget dech pokoknya...hi..hi..





Hari Selasa:


Pesen 40 cupcake untuk hari Jumat dan diantar ke kantornya karena gue harus ke Gadok pada hari Jumat...tiba-tiba dirubah jadi hari Kamis dan diambil di kantor gue (ok, ga perlu pake kurir berarti kaaann)..sipppp...





Nah, yang jadi masalah adalah gue belom sempet beli mika satuan untuk packaging. Senin, Selasa....detlen aja gitu di kantor, website belom selesai!





Ngubek sana-sini..tanya mbak Yuli (juragan cupcake beneran) apakah punya stok mika kemasan....trus tanya Maki apakah punya cupcake case...ternyata semua nihil. Mulai pusing..akhirnya dapet jalan keluar dari Maki untuk menelpon ke Sky Bee, Mbak Verlien.





Alhamdulillah..terjawablah sudah hanya dengan satu kali menelpon...barang sudah terantar ke rumah.



Siap-siap bikin malam-malam...begadang. Hari Rabu yang biasanya begadang di kantor karena detlen...kabur duluan karena mesti bikin cuppies.





Di jalan...Ichad SMS "Nontje...besok gue ga bisa ambil ke kantor loe...dianter pake kurir aja bisa ga?" Duaaaarrrr!!!!!





Langsung gelagepan nyari nomor telponnya Mbak Ida, Nirwana Kurir. Untung lagi macet, jadi bisa kasak kusuk mainan hape..

Alhamdulillah bisa diambil besok pagi...selesai satu masalah...Tapi yang jadi masalah lanjutan adalah, gimana caranya supaya si cupcake yang pastinya asik ajojing pada perjalanan pengantaran tapi ga merusak dekornya yang pake butter cream itu.

Telpon Mbak Widya....tanya pengalamannnya waktu nganter cupcake pake kurir. Ternyata Mbak Widya tidak pake kemasan yang satuan..tapi pake yang isi 6. Deg deg an dech gue..."ga bisa pake double tape, Non...soalnya si cupcakenya kan licin...kalo loe punya, mending pake lem tembak." ahaaa!!!!

Semangat lagi dech. Nyampe rumah...langsung bikin, tapi begitu nanya lem tembak sama Mama..ternyata si tembakan nya itu ga bisa nyala karena pernah kerendem banjir...wuaaaaa!!!



Akhirnya si stick lemnya dibakar pake lilin ajah...trus langsung di tempel ke bawah cupcake nya..ha..ha..manual.com ceritanya niy..

Alhamdulillah...akhirnya kuenya sampai ke tangan neng Ichad dengan selamat sentosa.

Saturday, May 31, 2008

KKB#5: banoffee Pies







Pastry…bermimpi pun tidak untuk membuat pie. Tapi tantangan ini emang bener-bener menantang buat gue.
Baca resepnya..ditelusuri dan dipahami dengan detail…udah melotot duluan begitu liat di cara pembuatan yang menggunakan food processor…ga punya soalnya, jadi mulai panik. Pernah liat Bara bikin kulit pie pake garpu, trus pake mixer dengan gagang untuk bikin roti.

Akhirnya berbekal nekad dan doa…ceileee…gue bikin juga tuch si mbaknopi ini..

Dimulai dengan mengadon kulit pie dulu menggunakan garpu (sabar) trus adonan beremah-remah…masukin telur satu persatu, aduk lagi pake garpu…masih sabar…trus masukin air dingin (air es)….fuich…kumpulin dech adonan yang ambyar itu di plastik dan dibentuk bola. Simpen dalam lemari es…ditunggu….ternyata begitu keluar dari lemari es malah jadi keras kayak batu dan ga bisa digiling pake rolling pin….whuuaaaa….paniknya kumat lagi dilanjutkan dengan berdiskusi dengan mbak widya, BSD. Sayang, SMS nya ga dibales.

Jadi gue putuskan untuk kembali mengulang membuat adonan kulit pie. Kali ini ngaduk mentega, terigu dan gulanya tetep pake garpu sampe adonan menyerupai pasir. Tapi begitu masukin telur dan nambahin air….pake mixer aja dech! Pengen tau perbedaan hasilnya akan seperti apa. Ternyata setelah disimpen di dalam kulkas..lebih empuk dari adonan yang pertama.
Setelah gue inget-inget…di adonan yang pertama, waktu ngumpulin adonan nya jadi bentuk bola, sempet diremas-remas..jadi keras.








Sukses dengan adonan, masalah menggilas dengan rolling pun menjadi tantangan nomor 2! Ternyata menggilasnya harus penuh taktik biar adonannya bisa berbentuk bundar sesuai dengan loyang nya. Setelah puter-puter…cari angle yang tepat….huplaaa…kulit pie nya berhasil dipindahkan ke loyang. Atasnya ditimpa beras biar ga menggelembung, trus dipanggang dech..

Oya, adonan kulit pie nya masuk ke loyang pie besar ukuran diameter 24 cm trus sisanya bisa buat cetakan kecil-kecil 6 biji.







Begitu mateng, langsung comot si kulit yang dicetakan kecil…enyaaaaaaakkkk!! Renyah, empuk,….apalagi ya..pokoknya enak dech..

Selanjutnya bergerilya membuat filling nya. Sambil mengawasi anak-anak kelinci asyik bergelut dengan adonan gagal kulit pienya….asik aja ngaduk-ngaduk mentega dan gula palem (ga nemu brown sugar dimana-mana jadi pake gula palem aja dech…).







Sukses juga untuk karamelnya….aku bikin sedikit kental karena pasti enak juga kan kalo dimakan trus karamelnya lumer di mulut….eeehhhmm…

Segera aja tata pisangnya di atas kulit pie, trus disiram dengan karamel…

Disimpan dalam lemari es terus…..begitu sudah dingin langsung dihias dengan whipped cream, tabur cocoa powder biar ngimbangin rasa manis karamelnya…trus dikasih parutan white cooking chocolate biar cantik.

Diiris….trus dilep…enaaak…

Sempet dibawa juga 3 potong ke kantor, ga sampe 5 menit langsung habis…sampe ada juga yang tanya…kalo loe jual per loyangnya berapa???






Wuidiccchhh…boro-boro mikirin harga jual ya, neng…wong, sukses apa nggaknya aja masih meraba…ha..ha..

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails